Berlibur Sambil Belajar dari Museum di Jakarta

Bertandang ke Ibu Kota Indonesia dan menikmati liburan dan segudang tempat-tempat wisata yang disuguhkan oleh kota metropolitan ini, belum lengkap rasanya jika Anda belum menyempatkan diri untuk berkunjung ke museum di Jakarta.

Berwisata ke museum di Jakarta tidak hanya sebagai pelengkap liburan Anda semata, namun akan memberikan wawasan dan pengetahuan Anda akan nilai-nilai sejarah bangsa Indonesia dan juga beragam pengetahuan lain yang di pamerkan di museum tersebut.

Museum Graha Bhakti ANTARA

Museum ini memiliki sejarah yang berhubungan dengan sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia. Dari tempat inilah naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan dan disiarkan ke penjuru Indonesia, oleh Presiden pertama yaitu Ir. Sekarno. Museum Graha Bhakti Antara ini merupakan museum foto pertama yang ada di kawasan Asia Tenggara. Bukan hanya menyajikan galeri tentang foto-foto bersejarah bangsa, tempat ini juga menjadi wadah berkumpulnya bagi para pecinta fotografi.

Aktifitas lain yang terjadi di dalam museum ini juga terdapat kursus fotografi jurnalistik serta menjadi ajang mengasah kemampuan bagi para fotografer. Secara rutin akan diadakan pagelaran foto yang berkerjasama dengan para penggiat fotografi baik lokal maupun internasional. Museum ini beralamat di Jl. Antara No. 61, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Museum Taman Prasasti

Museum ini menyuguhkan objek pameran yang berbeda dari museum kebanyakan. Karena jika Anda berkunjung ke museum cagar budaya ini, Anda akan melihat berbagai macam nisan dari zaman ke zaman. Di dalam museum ini, Anda akan mendapati berbagai macam nisan kuno yang menjadi koleksi dari bangunan ini.

Selain itu, ada miniatur nisan di pamerkan yang merupakan bentuk dari prasasti dari seluruh provinsi di Indonesia. Museum ini beralamat di Jl. Tanah Abang I No.1, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, RT.11/RW.8, Petojo Selatan, Gambir, Kota Jakarta Pusat.

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah atau yang biasa kita kenal dengan Museum Sejarah Jakarta berlokasi di Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia. Museum ini berisikan sejarah panjang kota Jakarta, Koleksi berbagai kebudayaan Betawi, Replika peninggalan kerajaan Tarumanegara, Mebel-mebel antik, Meriam-meriam peninggalan zaman Belanda. Selain itu, terdapat juga foto-foto dan lukisan yang menggambarkan perubahan kota Jakarta dari masa ke masa.

Museum ini dulunya merupakan balai kota pemerintahan Batavia yang menjadi Kantor Administrasi. Selain itu, dulunya bangunan ini menjadi Kantor Dewan Kotapraja dan Dewan Pengadilan. Di dalam gedung ini juga, ada penjara bawah tanah yang terdapat di gedung utama museum.

Museum Wayang

Pada awalnya, pembangunan museum ini berfungsi sebagai gereja di zaman penjajahan Belanda. Walaupun sempat mengalami kerobohan pada tahun 1808 akibat gempa yang terjadi, namun dari bekas tanah gereja ini di bangun kembali bangunan yang kemudian dipergunakan untuk museum Batavia. Dan pada 13 Agustus 1975, gedung ini kemudian dipersembahkan sebagai bentuk dedikasi bagi penggiat pewayangan di Indonesia.

Seperti namanya, museum ini mamerkan berbagai macam aneka wayang yang terdapat di Indonesia. Seperti wayang kulit, wayang golek, karakter-karakter tokoh pewayangan, teater pewayangan,  dan pembuatan wayang dari masa ke masa.

Museum ini juga menampilkan wayang-wayang dari berbagai negara. Boneka-boneka bersejarah dari negara lain juga ikut di pamerkan di tempat ini. Lokasi Museum Wayang terletak di Jalan Pintu Besar Utara No.27, DKI Jakarta.

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum di Jakarta selanjutnya yaitu Museum Seni Rupa dan Keramik yang berada di Jl. Pos Kota No.2 Jakarta Barat. Museum ini menampilkan berbagai macam seni rupa dan keramik dari penjuru Indonesia. Selain itu, museum ini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang wajib dilestarikan dan dilindungi. Sejarah panjang terjadi pada bangunan museum ini.

Pada zaman pemerintahan Belanda, gedung ini awalnya di peruntukkan bagi Dewan Kehakiman Batavia. Setelah Jepang menduduki Indonesia, gedung ini beralih fungsi menjadi asrama militer. Kemudian saat pergerakan perjuangan kemerdekaan, gedung ini menjadi tempat bagi Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau KNIL.

Kurang lebih 500an karya dipajang di dalam museum ini yang berasal dari tangan-tangan lihai para seniman Indonesia. Jenisnya pun beraneka ragam, mulai dari patung, totem, sketsa dan lukisan. Beberapa hasil karya yang terkenal antara lain, Pengantin Revolusi, Ibu Menyusui, Seiko dan Potret Diri.

Museum Bahari

Museum ini memajang koleksi tentang kemaritiman dan kelautan serta kenelayanan Indonesia dari seluruh provinsi. Terletak di Jalan Pasar Ikan No.1 Jakarta Barat. Di dalam gedung ini Anda akan melihat peninggalan zaman VOC, berbagai macam perahu, replika kapal, navigasi pelayaran, teropong, jangkar, meriam kapal, replika mercusuar, foto dan lukisan yang berhubungan dengan kebaharian.

Selain memamerkan peninggalan bersejarah, di dalam museum ini Anda akan mendapati galeri biota laut, data dan penyebaran ikan di Indonesia. Kapal dan sistem kelautan modern pun juga dapat Anda saksikan di museum ini.

Museum Kebangkitan Nasional

Museum yang beralamat di Jl. Abdul Rahman Saleh No. 26 Jakarta Pusat, pada awal berdirinya merupakan bangunan sekolah kedokteran yang diperuntukan bagi rakyat pribumi di seluruh Indonesia. Banyak peristiwa sejarah bangsa Indonesia yang telah terjadi di gedung ini. Pembangunan museum juga dimaksudkan sebagai monumen atas berkembangnya kesadaran Nasional dengan berdirinya Organisasi Budi Utomo pertama kalinya.

Memasuki museum ini, Anda akan disuguhkan dengan suasana gedung yang desain masih seperti tempo dulu, dengan ruangan seperti kelas, laboratorium, kantin, aula, lapangan olah raga, dan dapur. Koleksi yang terdapat di dalam museum ini juga berupa mebel, jam dinding, senjata, foto, lukisan, patung miniatur dan masih banyak lagi yang menggambarkan peristiwa pergerakan bangsa. Museum ini juga termasuk salah satu dari cagar budaya yang kelestarian dan perawatannya patut untuk di jaga tanpa boleh adanya perombakan.

Museum Layang-Layang

Museum layang-layang ini berdiri berdasarkan atas kecintaan Ibu Endang Ernawati akan layang-layang. Pada mulanya, niatan Ibu Endang hanya menginginkan untuk membentuk wadah bagi pecinta layang-layang dan sebagai sarana pemersatu bagi para pelayang yang sering mengadakan festival layang-layang baik nasional maupum internasional. Sehingga dibangunlah Kites & Gallery di tahun 1988, yang menjadi cikal bakal Museum Layang-layang.

Museum ini terletak di Jl. H. Kamang No. 38 Pondok Labu, Jakarta Selatan. Untuk saat ini, ada lebih 600-an layang-layang yang dipamerkan di dalam museum ini. Koleksi ini terus bertambah seiring dengan terus datangnya layang-layang dari para pelayang dari penjuru daerah Indonesia dan juga dari luar negeri. Bahkan penambahan koleksi ini juga hasil dari produksi dari para karyawan di museum ini.

Museum Harry Darsono

Jika Anda pecinta fashion, museum Harry Darsono ini wajib untuk Anda kunjungi. Terletak di Jalan Cilandak, Jakarta Selatan, museum ini hanya dibuka 3 kali dalam seminggu. Serta tour di dalam museum ini dimulai pada pukul sembilan tepat.

Jika Anda terlambat memasuki gedung, dengan berat hati Anda harus menunggu kunjungan berikutnya untuk melihat koleksi yang terdapat di dalam museum ini. Hal ini dikarenakan, jika lewat dari jam 9, pintu akan terkunci secara otomatis. Bangunan museum yang bergaya kastil Eropa ini akan memanjakan mata Anda dengan koleksi-koleksi fashion rancangan Harry Darsono.

Mulai dari gaun-gaun, aksesoris, kostum panggung, rancangan busana, sepatu, mahkota, topi hingga tea set. Jika Anda benar-benar ingin melihat koleksi yang terdapat di dalam museum ini, terlebih dahulu Anda harus membuat janji.

Pengurus museum ini juga mengharuskan para pengunjung datang lebih awal sebelum tur museum di mulai. Demikian beberapa museum yang wajib Anda dan keluarga kunjungi pada saat berlibur di Jakarta. Semoga waktu libur Anda membuat Anda terhibur sekaligus menambah wawasan Anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *